Hemmm ya mungkin Tuhan telah membuat cerita untuk manusia di dunia ini dengan cerita yang berbeda beda untuk tiap orangnya, ya sekarang gue baru terfikirkan kalau misalkan semua orang jadi kaya, berarti kita ga bisa makan dong, karna pasti para petani itu lebih memilih menjadi pengusaha dibanding petani, terus jika semua kaya, apakah ada tukang bangunan yang membuat rumah? pasti mereka takan memilih menjadi tukang bangunan yang sungguh cape membuat sebuah toko, rumah, hotel dan menaruhkan nyawa mereka di ujung tanduk.__.
Gue ingin deh mencoba beberapa hari untuk menjadi mereka dan merasakan penderitaan mereka, gue inginnnn sekali untuk bisa lebih bersyukur dengan keadaan gue yang sempurna ini.
Sebenernya, gue harus leih bersyukur lohh, punya mata, hidung, mulut, kehidupan yang memadai, mempunyai teman, bisa main dan lain lain. Coba deh guys kalau kita ga bisa liat, ga bakal kita bisa melihat orang ganteng *ea =)) ya meski kebahagiaan itu tidak dilihat dari kekurangan kita, namun dilihat dari bagaimana kita menilai dan menikmati semua yang telah diberiNya.
Nih ya guys, waktu pelajaran bk, gue disuruh ke depan buat main game, gamenya adalah mata gue ditutup dan melewati ranjaw ranjaw dari botol, nah ada satu lagi temen gue yang nyaranin gue harus belok kemana aja, mungkin kalau ga ada temen gue itu yang ngasih tau jalannya, gue udah nabrak ranjaw itu, seperti halnya manusia yang tidak bisa hidup sendiri.
Ketika gue mulai main, temen gue udah ngasih saran buat belok kanan kek, kiri kek, ataupun lurus. Namun game tersebut tidak segampang itu, disitu tetemen temen gue yang lain teriak teriak supaya temen gue yang ngasih tau jalan gue suaranya ga kedenger oleh gue. Justru,,, disitulah keasyikannya. Disitu gue ga inget masalah masalah lain, dan fun untuk sampai ke tujuan, gue seneng main game itu, dan gue tertawa meski ada teriakan yang berisik dan gue ga bisa lihat karena mata gue ditutup. Dan.. pada akhirmya gue sampai tujuan dengan selamat karena mendengar saran baik dari temen gue, bukan teriakan teriakan yang menjerumuskan gue ke dalam ranjaw.
Disitu gue punya kesimpulan bahwa "Kebahagiaan itu tidak dilihat dari kesempurnaan dan materi namun kebahagiaan dilihat dari bagaimana kita mensyukuri dan membuat semua kekurangan terlihat tidak ada, lalu hidup itu butuh teman dan masukan masukan positif supaya kita tetap tidak terjerumus ke dalam ranjaw dan selalu di jalan yang bener. Hidup juga banyak cobaan, banyak yang ingin kita terjerumus ke dalam ranjaw tersebut, tetapi kita harus berfikir positif dan mendengar masukan yang positif juga, supaya kita selalu mendapatkan hasil yang positif."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar