Kamis, 27 Oktober 2011

Baju Untuk Nene

Ibu adalah seseorang yang bisa dijadikan sahabat bagi anaknya. Tetapi tidak sedikit orang yang tidak dapat merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.
Salah satunya adalah dila, dila adalah seorang anak perempun yang keadaannya kurang beruntung dari kita, dia anak piatu, dan ayahnya pergi entah kemana meninggalkan dila sejak dila lahir. Kini dila tinggal bersama nenenya di rumah kardus yang sama skali tdak layak huni.
Dila seorang anak yang tidak mampu, maka dari itu dila tidak bisa merasakan yang namanya sekolah. Suatu hari dila megatakan pada nenenya "ne, sebenernya aku pengen merasakan bangku sekolah seperti anak yang lain" nenenya menjawab "iya nak, ntar nene usahakan supaya kamu bisa sekoah ya" dengan senangnya dila menjawab "asiiik bener ya ne, aku sayaaaang nene, nene jangan ninggalin aku ya"
Ketika dila tidur, nene berpikir "gimana ya caranya supaya bisa sekolahin dila, padahal aku sama sekali tidak punya uang, untuk makan aja belum mencukupi" dengan penghasilan sang nene menjadi pemulung, itu tidak cukup untuk menyekolahkan dila, dan akhirnya nene itu pun keluar gubuk untuk mecari pekerjaan.
Ketika sudah keluar gubuk, si nene itu melihat banyak perempuan yang sedang mangkal di perempatan samsat, nene itu pun menghampiri salah satu perempuan yang sedang duduk. Nene memegang pundaknya, dan perempuan itu melihat ke belakang. Ketika perempuan itu melihat ke belakang, nene kaget, kenapa? waaa ternyata perempuan itu seorang banci sang nene pun langsung lari dan karna jalannya gelap, si nene tersandung terus jatoh ke batu dan jidatnya berdarah.
Karena usahanya untuk mencari uang tambahan ngihil, nene pun pulang ke gubuk dengan tangan hampa.
Keesokan harinya datang seorang pria tampan menawarkan sekolah gratis, spontan dila pun mau untuk mengikuti sekolah itu, karena ambisi dila yang besar. Tetapi si nene tidak setuju, kenapa? ternyata nene cemburu kalau dila dekat dengan pria itu, karena si nene jatuh cinta pada pandangan pertama. Karena alesan nene yang tidak cukup kuat, akhirnya dila pun ikut sekolah dengan semangat yang sangat besar.
6 BULAN KEMUDIAN
Hari ini adalah hari sabtu dan keesokan harinya adalah lebaran, dila ingin sekali membelikan baju untuk nenenya. Sebenarnya dila juga membutuhkan baju baru tetapi dila lebih mementingkan membeli baju untuk nenenya. Dila mempunyai sedikit uang hasil tabungannya, dan dila pun bergegas keluar rumah untuk membeli baju, tetapi si nene melarangnya, ia mengatakan "dila mau kemana? jangan tinggalin nene, nene takut disini" dila mengatakan "mau keluar sebentar ne, ko takut sih? biasanya juga ngga kan?" "pokonya nene ga mau ditinggalin kamu, kamu harus temenin nene" "ah nene ngawur aja" dila pun pergi ke pasar baru. Sesampainya disana, dia memilih baju untuk nene tercinta. Dan dila terpikat oleh baju berwarna merah dan dila pun membelinya. Dengan gembira, dila pun pulang ke gubuk sambil menari nari, eh pas dijalan ketabrak beca, terus bajunya jatoh. dila mempunyai pirasat yang tidak enak dan dila pun bergegas pulang.
Sesampainya di rumah, dila kaget, kenapa rumanya dikerumbuni banyak orang dan ada bendera kuning, ketika masuk rumah, dila melihat mayat nenenya sedang terbaring diselimuti kain kafan, dila pun kaget dan dila nangis memeluk badan sang nene sambil mengatakan "nene kenapa ninggalin dila? dila nanti hidup sama siapa? ini baju buat nene untuk dipake besok sholat ied bareng dila"
Tetapi harus bagaimana lagi, nene sudah meninggal dan mayatnya akan segera dmakamkan di TPU kramat jati.
Keesokan harinya dila masih menangis datang ke mesjid sendiri membawa baju si nene. Dengan baju dila yang compang camping, dila tidak diizinkan untuk masuk ke dalam mesjid, dila pun diam di pinggir mesjid sambil melihat anak anak seumuran dila sedang solat bersama ibu dan memakai baju baru. Dila hanya bisa menangis melihat semua itu, dan dila mengatakan "ya allah, dila ingin sekali merasakan hangatnya pelukan seorang ibu, dila ingin ikut solat ied, dila ingin punya baju bagus, ya allah kapan dila bisa rasain itu? apa dila ga boleh merasakannya"


 "Bersyukurlah Atas Semua Yang Kita Dapat, Karena Diluar Sana Masih Banyak Orang Yang Membutuhkan Dibanding Kita"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar