Di sebuah sekolah ya yang mungkin cukup elit, ada seorang gadis bernama Ambar yang mempunyai ambisi bahwa dia itu harus mencapain apa yang dia mau. Dia lumayan pintar, baik, pengertian, tetapi disisi lain juga dia mempunyai sifat buruk yang kurang disukai oleh temannya yaitu jutek, sebenernya dia itu bukan jutek, tetapi wajahnya saja yang killer, banyak teman dekatnya yang bilang bahwa dia itu baik, tapi banyak juga orang yang tidak mengenalnya beraranggapan bahwa dia itu jutek, tapi entahlah hatinya.....
Karena wajah dia yang killer, teman temannya banyak yang berkomentaran negative tentang ambar, sehinga... membuat ambar merasa terpojokan. Diwaktu luangnya ambar sering membuat buku catetan tentang dirinya atau cerita cerita di selasar sekolahnya. Ketika sekolah sudah sepi, dia selalu dateng ke selasar sekolahnya untuk menulis diary dan merenungkan apa salah dia sehingga banyak orang yang menganggap ambar seperti itu.
Suatu hari di sekolah ambar mengadakan acara pemilihan orang unuk masuk ke suatu organisasi, ambar minat untuk mencobanya karena ambisi ambar yang sangat tinggi, ambar berpikir bahwa jika dia masuk organisasi itu, ambar ingin membanggakan ortunya dan almamater sekolah.
Dan ternyata setelah seleksi, ambar keterima masuk ke organisasi tersubut, dengan wajah cerianya dia menulis apa yang terjadi di buku diarynya. Namun, semua meleset jauh dari niat ambar, teman temannya beranggapan bahwa niat ambar untuk masuk ke organisasi itu hanya untuk mampang nama, karena wajahh ambar yang tidak meyakinkan. Hal tersebut membuat ambar sangat kecewa, ambar mempunyai niat baik, tetapi orang lain menganggapnya negative.
Disitu ambar merasa putus asa dan dia ngin sekali keluar dari organisasi tersebut karena dia merasa terpojokan. Teman dia yang setia menemaninya hanya buku diary tersebut, hampir tiap sore ambar datang ke selasar sekolah untuk menulis ratapannya dibuku itu.
Suatu hari, ambar bilang ke temannya apa yang benar terjadi, dan teman temannya juga mengerti apa maksud dari ambar, sehingga teman temannya merasa bersalah dan meminta maaf.
Kini ambar telah berhasil mencapai cita citanya, dan ambar sekarang menjadi penulis cilik. Salah satu bukunya adalah "Gadis Selasar Sekolah" yang menceritakan pengalamannya di smp tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar